Selasa, 04 Oktober 2022

Pengalaman Mesangih

Haloo reader

   Di sini aku ingin berbagi pengalamanku mesangih, jadi pada saat itu hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2022, dalam rangka upacara mesangih dan melaspas merajan aku dan kakakku bangun pada jam 06.36 pagi, pada saat itu ibuku meminta kakau dan aku mandi lebih awal untuk mepayas, oh iya bagi kalian yang belum tau mesangih dan melaspas itu apa, jadi mesangih itu merupakan ritual keagamaan yang harus dilaksanakan oleh semua umat Hindu di Bali, khususnya bagi yang telah menginjak masa remaja, dan melaspas adalah upacara pembersihan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun atau baru ditempati lagi, seperti rumah, kantor, toko dan lain sebagainya. Nah sekarang kalian udah tau kan apa itu melaspas dan mesangih, nah kita lanjut lagi ke pengalamanku.

    Nah jadi setelah selesai mandi, aku dan kakakku diminta untuk sarapan agar bisa menjalani aktivitas, nah setelah selesai sarapan kami berdua lanjut ke kegiatan mepayas, jadi pada saat itu kami di dandani mukanya dan di berikan pakaian yang cukup ketat namun pakaian tersebut terlihat keren bagi kami, jadi setelah selesai mepayas kami lanjut ke kegiatan menyambut tamu, jadi pada saat itu kami menyambut teman teman orang tuaku dan saudara saudara yang datang dari Denpasar, nah setelah kegiatan menyambut tamu, kami di panggil untuk melakukan upacara mesangih, jujur ini merupakan upacara yang cukup lama, apalagi di tambah upacara mesangih kan, jadinya ya lama. Nah jadi setelah kami melakukan beberapa tahapan sebelum potong gigi, orang tua kami berpesan agar melakukan tri sandhya dalam hati dan saat kegiatan potong giginya di mulai, jangan pernah memejamkan mata, sebenernya aku kurang tau kenapa tidak boleh memejamkan mata jadi ya aku turuti perkataan orang tua ku, oh iya, pada upacara potong gigi, giginya itu ngga bener bener di potong ya, tapi di kikis menggunakan suatu benda yang aku ngga tau benda apa itu, nah pada proses potong gigi, aku di berikan semacam benda untuk ku gigit, yang dimana hal ini bertujuan untuk menjaga agar mulut ku tetap terbuka, nah mulai lah di potong tuh gigi ku, sebenernya awalnya ngga ngilu, kayak biasa aja ngga ada rasa yang aneh, tapi setelah gigi nya di potong itu baru behh, rasanya biasa aja sih, cuman agak aneh aja kayak masih berasa di kikis giginya, nah selesai kegiatan tersebut mulai lah kegiatan melaspas, jadi pada kegiatan ini aku di suruh untuk tidur di kamar, karena persiapan upacaranya membutuhkan waktu 2 jam, jadinya aku pergi ke kamar untuk tidur.

  Beberapa saat kemudian aku di bangunkan oleh ayah ku untuk melakukan persembahyangan dan aku pun bangun dan bergegas untuk mengikuti ayah ku, nah setelah selesai kegiatan melaspas sudah acara bebas, aku, kakak ku dan adik ku memutuskan untuk pergi ke kamar untuk mengganti pakaian, pada saat itu orang tua ku mengikuti kami ke kamar, setelah pintu di tutup, ayah ku dan ibu ku memeluk kami dan menangis bahagia karena bisa mewujudkan cita cita leluhur dan menebus hutang orang tua, yaitu melakukan upacara mesangih pada anak anaknya yaitu aku dan kakak ku, di sana aku merasa terharu dan bangga kepada orang tua ku, karena mereka bisa menafkahi keluarganya, melewati cobaan yang begitu berat, sampai mewujudkan cita cita leluhurnya, aku salut pada perjalanan mereka, yang dimana mereka menjalani berbagai rintangan dan cobaan hidup tapi mereka masih kuat dan tetap tegar sampai saat ini.

 


  Begitulah pengalaman mesangih ku, yang dimana ini adalah pengalaman berharga yang ngga akan mudah ku lupakan, dan semoga kalian para pembaca dapat menikmati cerita ini, aku hanya memiliki satu pesan untuk para pembaca bahwa “kalian itu ngga sendirian, di luar sana masih banyak yang mengalami kesulitan bahkan kesulitan nya lebih sulit daripada kesulitan yang kalian hadapi saat ini, jadi jangan putus asa, berusahalah untuk membuktikan pada dunia, bahwa kalian bisa melewati masa masa sulit kalian masing masing”

    Dan yang penting jangan adu nasib ya, jikalau misalnya kalian ada teman yang ingin curhat dan menceritakan permasalahan yang sedang teman kalian hadapi, jangan lah berpadu nasib dengan mereka, karena mereka mencari kalian untuk mendapatkan solusi, siapa tau kalian punya suatu saran yang dapat di berikan kepada teman kalian, bukan malah beradu nasib, yang ada teman kalian malah kesel sama kalian, yah segitu saya cerita pengalaman ku dan mohon maaf apabila ada salah ketik dan ada ketikan saya yang membuat kalian tersinggung, dan terimakasih para reader yang udah baca sampai habisss, makasi bangett karena jika kalian baca sampai habis, kalian termasuk orang yang menghargai suatu kerja keras orang, meskipun pekerjaan tersebut terbilang kecil, ya intinya makasiii.


Menjadi Generasi Muda Tangguh dan Berkarakter

Hallo Readers!!   Generasi muda saat ini sangat memerlukan pengembangan jiwa yang 'Tangguh' dan 'Berkarakter' untuk kemajuan...